KESAN MELIPUT KEGIATAN PRESIDEN JOKOWI DI PASAR LANGGUR MALUKU TENGGARA

okoko

Langgur, InfoPublik - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan tiba di bandar udara Karel Sadsutibun Maluku Tenggara, Rabu (14/9/2022).

Kedatangan presiden di Maluku Tenggara dan Kota Tual dalam rangka kunjungan kerja selama dua hari, 14-15 September 2022.

Kegiatan Jokowi di hari pertama diantaranya peninjauan sekaligus peresmian Jembatan Wear Fair, Penyerahan BLT di Kantor  Pos Tual Maluku Tenggara, Peninjauan dan menyaksikan penyerahan bantuan 40 sepeda motor oleh Menhan Prabowo Subiyanto di Kantor Kodim 1503, Peninjauan dan penyerahan BLT di Pasar Tual dan berakhir Peninjauan Penangkapan Ikan Terukur di PT. Samudera Indo Sejahtera (SIS) di Desa Ngadi.

Kunjungan kerja hari pertama di Pulau Kei terlaksana aman dan lancar sesuai rundown acara yang ditetapkan.

Cerita sukses kunjungan kerja beliau telah saya tulis dengan judul “Kesan Meliput Kegiatan Presiden Jokowi Selama Dua Hari Di Pulau Kei” telah dipublish portal berita Info Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada hari Jumat (16/9/2022).

Hari ini saya tulis aktivitas Presiden Jokowi dalam judul Kesan Meliput Kegiatan Presiden Jokowi di Pasar Langgur Maluku Tenggara.

Matahari belum terlalu terang saat saya menuju pasar Langgur sekitar jam 06.15 WIT. Jalan-jalan protokol di kota Tual lengang. Hanya tampak beberapa angkot serta ojek yang berpapasan dengan saya.

Udara dingin nan sejuk menemani saya dari wilayah Kota Tual menuju Langgur ibu Kota Maluku Tenggara. Saat perjalanan menuju pasar Langgur, saya melihat keramaian yang justru terbalik dengan kondisi di jalan-jalan Kota Tual.

Banyak sekali warga masyarakat dengan busana adat warna merah menuju pasar Langgur. Mereka yang menuju Langgur bukan cumah orang dewasa tetapi ada pula anak-anak yang masih kecil. Mereka tampak gembira dan bersemangat. Di tangan mereka ada bendera merah putih ukuran kecil yang mereka pegang.

Saat tiba di pelataran parkir hotel Grand Villia tempat menginapnya Presiden Jokowi, puluhan Paspampers telah siap siaga. Kendaraan iring-iringan telah parkir dengan rapih menunggu perintah presiden.

Dari lokasi hotel Grand Villia, nuansa kebangsaan mulai hingar bingar. Bentangan merah putih hampir disepanjang jalan Telaver Kota Langgur. Kota Langgur memang sedang dililit merah putih. Langgur Mulia, Langgur Hanarun dan Langgur Maryadat.

Pasar Langgur Kamis pagi memang dipadati ribuan warga masyarakat yang ingin melihat Jokowi secara langsung. Ada warga yang rela datang jam 05.00 WIT untuk mencari lokasi stategis yang dianggap aman berpeluang bisa berjabat tangan dengan Presiden.

Di terminal pasar Langgur, suasana lebih semarak lagi dengan hadirnya marching band SMA Seminari Langgur. Salah satu lagu yang di tampilkan adalah “Ojo Dibandingke”.

Pasar Langgur tampak seperti lautan darah lantaran ribuan manusia yang berbusana merah.

Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun,  membakar semangat warga masyarakat dengan yel yel Jokowi untuk Indonesia…………. Jokowi untuk Maluku Tenggara Hebat.

Sekalipun telah berdiri sejak pagi, tidak tampak sedikitpun wajah lelah di antara mereka yang berkumpul di pasar Langgur.

Lantunan lagu perjuangan hingga lagu-lagu rohani yang bernuansa persatuan dan kesatuan, terus dinyanyikan ribuan warga Maluku Tenggara sambil menanti kehadiran Presiden Jokowi yang menginap di Hotel Grand Villia Kota Langgur. Jarak hotel ke pasar Langgur sekitar 300 meter.

Sekitar jam 07.15 WIT, sirene kendaraan  patwal meraung-meraung membahana di angkasa Woma El Fangvur Kota Langgur. Mobil Indonesia 1 akhirnya tiba di pasar Langgur dan berhenti tepat di depan saya berdiri. Pintu mobil sebelah kiri dibuka lebih awal dan Jokowi turun dari mobil lebih duluan.

Saat Jokowi sudah keluar dari mobil dengan sempurna, pecah suara masyarakat dengan sahutan Jokowi… Jokowi…Jokowi…

Kemarin saya mendengar sahutan yang sama di Kota Tual, tetapi sahutan 'Jokowi… Jokowi…Jokowi...' pagi ini rupanya lebih menggelegar  ingin meruntuhkan langit di Larvul Ngabal.

Saat Presiden berjalan mendekati kerumunan, sekelompok ibu-ibu, semakin histeris memanggil nama presiden mereka Jokowi…… Jokowi…… Jokowi.

Bukan Jokowi namanya kalau beliau tidak menyapa rakyatnya.

Jokowi tersenyum sambil melambai tangan ke arah masyarakat.  Jokowi memang merakyat. Jokowi menjadikan masyarakat Maluku Tenggara sebagai saudaranya. Karena sebagai saudara, Jokowi berjalan semakin mendekat menemui mereka.

Sementara itu, Paspampres mulai membuka pintu mobil sebelah kanan. Ibu Negara, Iriana Joko Widodo  turun dari mobil Indonesia 1 sambil memegang beberapa lembar kaos warna hitam.

Ibu negara disambut Ketua TP PKK Maluku Tenggara, Eva Eliya Hanubun yang sudah menanti kedatangannya sejak pagi. Mereka tampak berbincang akrab sambil sesekali tersenyum ke arah pedagang.

Tak lama kemudian Pak Jokowi datang menemui Bupati dan Sekda Maluku Tenggara, Yani Rahawarin yang telah menanti presiden sejak pagi.

Perhatian Presiden ke seorang anak kecil yang berdiri di samping Bupati Maluku Tenggara. Jokowi menghampiri anak kecil yang digendong oleh Bupati sambil menyampaikan beberapa pertanyaan ke anak tersebut.

Saya dan teman-teman wartawan tidak terlalu sulit mengambil gambar karena lokasi tempat kami berdiri memang sudah steril oleh pihak keamanan.

Setelah berbincang beberapa menit dengan Bupati, Jokowi kemudian menemui pedagang dan menyerahkan bantuan. Sesekali Jokowi berhenti dan berbincang dengan pedagang. Bagi-bagi kaos tidak luput dari aktivitas Jokowi di pasar Langgur.

Saya dan teman-teman wartawan bersama ibu Anita dari Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, berlari melalui lorong pasar lebih awal ke lokasi pedagang kaki lima (PKL).

Tiba di lokasi PKL, masyarakat sudah sangat padat. Namun atas koordinasi antara ibu Anita dengan Paspampres, kami tetap mendapat akses untuk meliput.

Saya mengambil posisi dekat dengan ibu Anita sehingga aman. Beberapa kali Paspampres menyuruh saya keluar namun ibu Anita menampik mereka.

“Mereka ini dari media. Saya bertanggungjawab terhadap mereka” ujar Ibu Anita kepada Paspampres.

Jumlah warga masyarakat semakin membludak membuat petugas keamanan semakin sibuk. Sebagian masyarakat rela naik ke lantai dua bangunan pasar Langgur demi melihat sang Presiden idola mereka.

Ibu Anita, terus memandu wartawan untuk meliput sambil mundur.

Di lokasi loket karcis, masyarakat semakin nekat untuk mendekati Jokowi. Kendati demikian Jokowi tetap santai dan tersenyum sambil membagi kaos.

Paspampers yang dibantu TNI dan Polri dengan sigap bisa menghalau masyarakat ke kiri dan kanan tempat mereka berdiri.

Ibu Anita sudah pamit dan telah keluar dari barisan pengamanan Paspampres. Saat sedang merekam video, saya melihat ibu Anita telah bergabung dengan teman-teman wartawan di sebelah kiri jalan.

Semua wartawan telah keluar dan bergabung dengan masyarakat di kiri dan kanan bahu jalan. Hanya saya satu-satunya yang tetap bertahan dengan Paspampres. Saya mengambil posisi tepat di garis pembatas di tengah jalan. Rupanya hari Kamis adalah hari keberuntungan saya untuk meliput Presiden Joko Widodo.

Saya bebas dan leluasa mengambil gambar bersama Sdr. Lukas, fotografer dari Biro Pers Media dan Informasi, Sekretariat Presiden.

Karena saya mengambil posisi bareng Lukas sehingga kami di back up  Paspampres.

Saya leluasa merekam sambil mengikuti langkah Paspampres.

Saya pun heran, mengapa hari ini tak seorangpun Paspamres yang datang menegur saya bahkan menyuruh saya keluar dari depannya Presiden Jokowi.

Ada beberapa warga beruntung menerobos barikade Paspampres dan jabat tangan dengan presiden. Ada pula yang beruntung karena mendapat kaos. Dan sayapun beruntung tidak ditegur Paspampres.

Allah membuat segala sesuatu indah pada waktuNya. Kisah Jokowi akhirnya usai setelah mobil Indonesia 1 melejit meninggalkan Langgur.

Mengakhiri tulisan ini saya ingin mengapresiasi kepemimpinan Muhamad Thaher Hanubun sebagai Bupati Maluku Tenggara dan Adam Rahayaan sebagai Walikota Tual. Dua pemimpin yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk membuat sejarah kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia di Pulau Kei. Nopember 1951 Presiden Sukarno tiba di Pulau Kei. Butuh waktu 71 tahun akhirnya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berkunjung bahkan menginap di Pulau Kei. Kota Tual dan Langgur ada di Pulau Kei. Pulau Kei ada di NKRI. Salam NKRI harga mati. (MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)

Please publish modules in offcanvas position.