• Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
Home Budaya Hari Nen Dit Sakmas Diawali Doa dan Ritual Adat.

Hari Nen Dit Sakmas Diawali Doa dan Ritual Adat.

E-mail Print PDF

Langgur, Info Publik-Hari Nen Dit Sakmas yang diperingati pada setiap tanggal 7 September, sudah menjadi keharusan bagi seluruh warga yang berdiam di Nuhu Evav-Kepulauan Kei khususnya Kabupaten Maluku Tenggara.

Pringatan Hari Nen Dit Sakmas berlangsung penuh himkah karena selain berbagai rekreasi lagu Kei dan Puisi dimulai dengan ritual adat. Kegiatan tersebut berlangsung di Makam Nen Dit Sakmas Ohoi Samawi Kecamatan Kei Kecil Timur, Sabtu (7/9). Pelaksanaan Peringatan hari Nen Dit Sakmas diawali dengan Doa oleh Pemuka empat Agama, Hindu, Kristen Protestan, Isalm dan Katholik selanjutnya Ritual Adat. Ritual Adat yang dilakukan tersebut Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, memberikan fangnan dalam Bahas Kei.

Hanubun dengan mengucurkan air mata menyampaikan kepada seluruh hadirin dan warga Maluku Tenggara bahwa ‘Ken’o Sasa roki ma Sa’o sasa roki’ benar pun tetap salah dan salah tetap salah, maka dilokasi Makam Nen Dit Sakmas pencetus Hukum Larvul Ngabal ini Bupati Thaher Hanubun meminta maaf kepada para leluhur Evav (Kei) khususnya kepada Nen Dit Sakmas atas pelanggaran yang mungkin sengaja atau tidak sengaja dilakukan kaum lelaki kepada Perempuan di Tanat Evav-Maluku Tenggara. Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun, menyampaikan amanat dalam sebuah sumpahan bahwa kalaupun kita memiliki niat busuk dan kotor, maka nanti Tuhan dan Leluhur melihat segala perbuatannya dan sebaliknya jika hati dan pikiran yang baik maka berkat akan selalu ada dalam diri kita maupun daerah ini.

Ritual Adat dilanjutkan dengan persembahan sesajian berupa Seng-Kubang (Uang), Esu-Meneran (Siri-Pinang), Mas Adat dan persembahan lainnya diberikan kepada Tuhan dan Leluhur Evav pada tempat yang telah disiapkan yaitu sekitar Lokasi Makam Nen Dit Sakmas yang dijaga oleh tua adat yang ditunjuk. Selain itu para undangan dan masyarakat yang ada diberikan makan sirih-pinang sebagai wujud kepedulian kepada perempuan demi menjaga harkat dan martabat perempuan di Tanah Kei.

Last Updated on Saturday, 07 September 2019 20:27  

Hukum

JW Media Player

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Simple Video Flash Player Module



Get the Flash Player to see this player.



Polls

Penilaian anda untuk web ini?
 

CALENDAR

Photo Gallery

Slideshow Image 1
Slideshow Image 2
Slideshow Image 3
Slideshow Image 4
Slideshow Image 5
Slideshow Image 6
Slideshow Image 7
Slideshow Image 8
Slideshow Image 9
Slideshow Image 10

Who's Online

We have 149 guests online