• Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
Home Budaya Hari Nen Dit Sakmas Mengangkat Harkat dan Martabat Perempuan Kei.

Hari Nen Dit Sakmas Mengangkat Harkat dan Martabat Perempuan Kei.

E-mail Print PDF

Langgur, Info Publik-Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara saat ini sangat memperhatikan adat dan budaya Evav/Kei salah satunya melalui peringatan Hari yang bersejarah di Bumi Larvul Ngabal-Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) yaitu Hari Nen Dit Sakmas Tokoh Perempuan Kei Pencetus Hukum Larvul-Ngabal yang merupakan pedoman hidup Suku Kei sebelum ada Pancasila di Negara kita Indonesia yaitu Tanggal 7 September sebagai Hari Nen Dit Sakmas.

Pada kesempatan tersebut Bupati Maluku Tenggara (Malra) Muhamad Thaher Hanubun dan Wakil Bupati Petrus Beruatwarin secara bergantian menyampaikan sambutan dan Fangnanan (Pesan) pada Hari Peringatan Nen Dit Sakmas yang pertama di Ohoi Samawi tepatnya pada Makam Nen Dit Samkas, Sabtu (7/9). Wakil Bupati Maluku Tenggara, Petrus Beruatwarin saat membacakan sambutan mengatakan, Peringatan Hari Nen Dit Sakmas wujud dari sebuah Gerakan Revitalisasi Harkat dan Martabat Perempuan Kei yang bertujuan untuk mengangkat kembali jati diri vat-vat Evav (red-perempuan Kei) yang kini hilang, serta menceritakan perjalanan Nen Dit Sakmas sebagai pencetus Hukum Larvul Ngabal.

Selain itu Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun dengan sebuah ungkapan yang cukup tegas mengatakan bahwa saat ini banyak fersi tentang asal-usul Nen Dit Sakmas serta adat budaya Suku Kei, maka terkait hal ini Hanubun menegaskan bahwa apabila adanya perbedaan pendapat dating kepadanya untuk diberikan penjelasan, karena sepengetahuan dirinya Nen Dit Sakmas berasal dari Bali.

Terkait hal ini pada podium yang sama Pastor Hans Rettob mengatakan bahwa Nen Dit Sakmas sebagai Tokoh dibalik pencetus Hukum Larvul Ngabal ini untuk menata kembali tatanan hidup masyarakat khususnya harkat dan martabat Perempuan Evav (Kei).

Last Updated on Saturday, 07 September 2019 20:12  

Hukum

JW Media Player

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Simple Video Flash Player Module



Get the Flash Player to see this player.



Polls

Penilaian anda untuk web ini?
 

CALENDAR

Photo Gallery

Slideshow Image 1
Slideshow Image 2
Slideshow Image 3
Slideshow Image 4
Slideshow Image 5
Slideshow Image 6
Slideshow Image 7
Slideshow Image 8
Slideshow Image 9
Slideshow Image 10

Who's Online

We have 120 guests online