• Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
Home Olahraga dan Seni Ohoivut dan Nuvit Laksanakan Ritual Adat Tea Bel

Ohoivut dan Nuvit Laksanakan Ritual Adat Tea Bel

E-mail Print PDF

Langgur--Tradisi Tea Bel merupakan suatu atau warisan para leluhur suku kei yang selalu mengikat kedua kelompok masyarakat yang terdiri dari beberapa Desa/Ohoi di wilayah Kepulauan Kei. Sehubungan dengan hal ini maka untuk memerkuat sekaligus mempererat tali persaudaraan antara masyarakat dalam ikatan Tea Bel ini kedua Raskap/Kelompok yaitu Raskap Ohovut dan Nu Fit melaksanakan ritual Tea Bel yang terpusat di Rumah Adat Rat Yabfaan-Raja Faan di Desa Faan Kecamatan Kei Kecil, Rabu (28/10)

 

Raja Faan, Patrisius Renwarin pada kesempatan terbseut mengatakan bahwa pelaksanaan Tea Bel yang dilaksanakan sebagai cara untuk mengikat kembali tali persaudaraan yang sudah dilaksanakan oleh para leluhur sejak dahulu kala, selain itu Tea Bel ini wujud ikatan persaudaraan antara kelompok masyarakat (Raskap) Nu Fit dan Ohoivut.

 

Dengan beralaskan daun kelapa hijau para Raja dan Orangkai/Kepala Desa serta tua-tua adat satu persatu menyampaikan pesan adatnya termasuk menyanyikan lagu adat/snihat yang sudah diwariskan sejak ratusan tahun silam oleh para leluhur, dimana lagu tersebut menurut Rat Faan mempunyai arti dan makna alangkah bahagianya hidup ini dikala semua manusia hidup rukun dan damai.

Sebelum pelaksanaan acara di Rumah Adat Faan dilangsungkan berbagai kegiatan ritual adat dimana penyambutan oleh Raja Faan dan masyarakat Ohoivut kepada Raja dan masyarakat Nu Fit serta Desa-desa saudara lainnya yang terkait dengan Ritual tersebut.

Adapun kegiatan ritual diantaranya raja dan masyarakat mengelilingi Ohoirat Faan dengaan diiringi tarian cakalele serta bunyi-bunyian tipa gong yang membuat suasana semakin meriah. Akhir dari kegiatan dilaksanakan makan bersama dengan makanan dan lauk yang dibakar dalam tanah disebut Bakar Batu atau dalam Bahasa Kei Umun. Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Petrus Beruatwarin mewakili Bupati Maluku Tenggara dan Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Teddy Welerubun, Komandan Kesatuan TNI dan Polri serta undangan lainnya.

Kegiatan Tea Bela merupakan budaya antar Pela atau orang basudara dan ini berlaku untuk semua masyarakat suku kei dan kelompok Tea Bel atau Pela ini dilarang untuk saling berkelahi hingga pada perkawinan antar masyarakat yang terikat oleh budaya Pela.

Last Updated on Saturday, 31 October 2015 07:57  


Polls

Penilaian anda untuk web ini?
 

CALENDAR

Photo Gallery

Slideshow Image 1
Slideshow Image 2
Slideshow Image 3
Slideshow Image 4
Slideshow Image 5
Slideshow Image 6
Slideshow Image 7
Slideshow Image 8
Slideshow Image 9
Slideshow Image 10

Info Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday12166
mod_vvisit_counterYesterday11476
mod_vvisit_counterThis week23642
mod_vvisit_counterLast week94644
mod_vvisit_counterThis month278220
mod_vvisit_counterLast month163248
mod_vvisit_counterAll days7117437

We have: 75 guests online
Your IP: 54.158.241.232
 , 
Today: May 29, 2017

Who's Online

We have 147 guests online