• Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
  • Pemkab Maluku Tenggara - Administration
Home

Pjs.Bupati Malra: Musrenbang Kecamatan Memperhatikan Prioritas Pembangunan.

E-mail Print PDF

Langgur--Musyawarah Perencanaan Pembangunan dalam rangka penyusunan rencana kerja Daerah ( RKPD) Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2019 di kecamatan Kei Besar. Dibuka secara resmi oleh Pjs Bupati Maluku Tenggara S Risambessy bertempat di Gedung Siloam Elat Kecamatan Kei Besar ditandai dengan pemukulan Gong, Sabtu 24/02.

 

S Risambessy Dalam sambutanya” sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 yang merupakan petunjuk teknis pelaksanaan Undang-undang nomor 25 Tahun2004 dalam kaitan dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 mengamanatkan Musremabang RKPD Kabupaten/Kota wajib di laksanakan tingkat Kabupaten Atau Kota dan di Kecamatan. Terkait dengan Musrembang RKPD di Kecamatan, amanat Permendagri di maksud juga menyebutkan tujuan dan maksud pelaksanaan musrembang RKPD di Kecamatan adalah meliputi, Membahas dan menyepakati usulan rencan kegiatan pembangunan desa yang menjadi prioritas pembangunan di wilaya kecamatan, membahas dan menyepakati kegiataan prioritas pembangunan di wilaya kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiataan pembangunan Desa dan menyepakati pengelompokan kegiataan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan tugas dan fungusi perangkat Daerah. S Risambessy menambahkan Dengan kata lain, forum musrembang kecamatan di laksanakan Untuk penajaman, penyelarasan Klarifikasi dan penyepakatan usulan rencana kegiatan Pembangunan Ohoi, yang diintergrasikan dengan prioritas Pembangunan daerah. Lebih lanjut amanat perturan Perundang-undangan juga mengatur, bahwa usulan yang di bahs dalam musrembang RKPD di kecamatan haruslah merupakan usulan yang berasal dari pembahasan di musrembang Desa Atau Ohoi yangh di buktikan dengan berita acara Musrembang Ohoi. Hal ini di maksudkan agar perencanaan partisipatif dengan pendekatan dari bawa ke atas benar-benar dapat di wujudkan secara sistematis dan terstruktur . Musyawarah Perencanaan Pembangunan dalam rangka penyusunan rencana kerja Daerah ( RKPD) Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2019 di kecamatan Kei Besar Pembangunan Daerah Tahun 2019 mengambil Tema “MELANJUTKAN PENGUATAN EKONOMI MASYRAKAT MELALUI PEMANTAPAN INFRASTUKTUR UNTUK MEMWUJUDKAN KESEJATRAAN RAKYAT” Tema tersebut akan mengarakan pembangunan kita pada Tahun 2019 nanti untuk berfokus pada penguatan ekonomi masyrakat melalui pemberdayaan dan pendampingan dari tingkat Ohoi dengan dukungan saran dan prasarana infrastuktur yang mantap. S Risambessy mengharapkan” pengusulan Program dan Kegiatan pada musrembang kecamatan ini ,dapat di lakukan dengan memperhatikan prioritas pembangunan yang ada, sehingga rencana pembangunan kita dari tingakat Ohoi, kecamatan, sampai pada tingkat kabupaten akan selaras dan sinkron pada upaya penanganan permasalahan daerah yang ada. Perlu saya sampaikan bahwa perencanaan tahun 2019 yang dilakukan tahun ini, akan dilakukan dengan dukungan SIMDA dimaksud, perecanaan yang dikembangkan olah BPKP Republik Indonesia, yang mana dengan penerapan SIMDA yang di maksud, perencanaan kita akan lebih terintegrasi dan tersinegri dengan perencanaan Provinsi maupun Nasional, sehingga dengan demikian setiap tahapan pembangunan dari perencanaan sampai dengan evuluasi akan lebih muda dikontrol serta semakin meminimasilir terjadinya pendobolan anggaran Untuk suatu sasaran tertentu. Musyawarah Perencanaan Pembangunan dalam rangka penyusunan rencana kerja Daerah ( RKPD) Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2019 di kecamatan Kei Besar diikuti oleh delegasi dari 37 Ohoi dan peserta berjumlah 148 orang yang terdiri dari unsur Kecamatan, Kepala Ohoi, BSO, serta Stakeholder lainya. Kegiatan berlangsung selama 1 hari yaitu tgl 24 Februari 2018.

 

Last Updated on Monday, 26 February 2018 13:48